A Night

Aku berjalan sendirian, menyusuri jalan yang gelap. Hujan baru saja turun udara yang dingin dan gerimis kecil membuat rambutku basah. Malam itu aku sangat kacau, Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan dan saat aku berada dalam keramaian sekalipun rasanya sepi sekali
Sudah sebulan ia pergi.. Tidak memberikan penjalasan selain tanda tanya? Aku bingung kenapa ia pergi tanpa memberi alasan kenapa. Bahka aku tidak tahu apa hubungan ini masih bertahan atau tidak.. Dalam keresahan aku mencari suasan yang baru. Mencari kesibukan untuk mengalihkan pikiranku tentang dia
Alunan Musik yang bergitu keras orang - orang yang menari mengikuti irama musik seolah mereka melepaskan beban. Aku hanya duduk melihat orang - orang itu menari, Aku memanglah orang yang sangat membosankan... Mungkin saja itu alasan ia pergi
Air mata tiba - tiba saja menetes di pipiku
"Ada apa, kenapa aku menangis. Sebegitu sakitkah sampai aku menangis jika ingat tentang dia?" Aku berlari keluar, Hujan sedang turun, Aku terus berlari mencoba melepaskan beban pikiranku..
Aku sadar aku terus menangis dan langit ini seakan merasakan hal yang sama denganku
Bayangan tentangnya muncul didepanku ia mencoba memberikan penjelasan "Aku tidak pergi, Aku masih disini"
"kamu pergi tanpa berikan aku penjelasan, Apa kamu tahu itu sangat menyakitkan, itu sangat membebaniku. Aku harus bertahan melewati hari tanpa memikirkan kamu" Teriak ku padanya
"Aku masih disini, Tepatnya dihatimu maaf karena harus pergi meninggalkan kamu. Tapi ini memang sudah waktunya bagiku untuk pergi. Aku juga tidak ingin melihatmu menderita seperti ini. Aku tahu perasaanmu pasti sulit menerima keadaan ini
Aku tidak ingin melihatmu berada di tempat tadi, hanya untuk melupakanku. Aku yakin kamu gadis yang baik. Karena itu kamu meninggalkan tempat itu. Karena apa? Kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan disana. Teruslah hidup walau aku tidak ada lagi disampingmu. Tapi ingatlah aku selalu ada dihatimu
Jaga dirimu baik - baik"  bayangan dirinya lalu pergi dan aku kembali sendiri, Aku bicara sendiri saat ia pergi
"Aku masih belum bisa merelakan kamu pergi, Itulah kenapa aku pergi ketempat itu. Aku mencoba, mencoba bertahan setelah kepergianmu. Maafkan aku. Sekarang aku mengerti, kita tidak abadi didunia ini. Tapi cinta kita lah yang abadi"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Noto 2